Contemporary
worlds
Indonesia

Akiq AW

Akiq AW adalah salah satu anggota kolektif fotografi MES 56 di Yogyakarta yang telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan fotografi kontemporer di Indonesia dan diskursus kritis mengenai seni ini. MES 56 adalah komunitas yang menyediakan panggung bagi diskusi serius dan aksi kolektif dalam seni rupa. Kolektif ini terlibat dalam penerbitan buku, kurasi pameran, penyelenggaraan lokakarya dan residensi untuk seniman muda, serta pameran seni internasional.

Karya-karya fotografi AW didominasi obsesinya terhadap ‘siasat sehari-hari’ yang diciptakan masyarakat Indonesia demi bertahan hidup. Siasat-siasat tersebut membantu mereka mengembangkan ide-ide estetis mereka sendiri, seringkali memproduksi artefak yang menyerupai karya seni ciptaan seniman sungguhan. Esai foto AW, The order of things 2008–11, berhasil menangkap komposisi penuh perhitungan dan palet warna yang kaya dari found art dan instalasi yang ia temukan. Dengan melakukan ini, AW mengangkat objek-objek temuan ini dari banalitas sehari-hari dan menyingkap diskursus kolektif yang dibangun oleh masyarakat dari pengalaman kesehariannya.

Indonesian family portraits series 2017 adalah rangkaian foto tugu dan mural skala kecil yang dibangun sebagai bagian dari program Keluarga Berencana (KB) Orde Baru. KB adalah salah satu program rezim Suharto yang paling berhasil—diluncurkan dengan kampanye propaganda besar-besaran yang mengidealisasikan citra keluarga inti dengan dua anak, satu perempuan dan satu laki-laki. Selama lebih dari dua dekade, artefak KB dengan desain beragam dapat ditemukan di hampir setiap desa dari Sabang di bagian paling barat Indonesia, hingga ujung paling timur negeri ini, Merauke. Rezim Orde Baru menggunakan gambar-gambar tersebut untuk mencuci otak masyarakat agar mempercayai serangkaian nilai keluarga yang kaku.

Reformasi mengakhiri rezim Orde Baru pada 1998, dan setelah itu propaganda KB kehilangan dayanya. Sisa-sisa artefak KB masih bisa ditemui di seluruh penjuru nusantara, meski generasi muda Indonesia seringkali tak mengenali lagi makna atau tujuan mereka. Untuk karya Indonesian family portraits series, AW mengunjungi desa-desa di Pulau Jawa, mendokumentasikan sisa-sisa ingatan kolektif akan KB. Video yang menyertai karya ini, Langkah kecilku langkah besarmu, memperlihatkan bagaimana masyarakat umum Indonesia menata ulang dan mengembangkan interpretasi mereka akan ‘keluarga ideal’: sang seniman berpose dengan istri dan ketiga anaknya (semuanya perempuan), meniru gambar khas kampanye KB dengan diiringi mars KB yang sering diputar di RRI dan TVRI pada tahun 1970an dan 1980an.

Alia Swastika