Contemporary
worlds
Indonesia

New painter

Pelukis Baru

Lukisan kontemporer Indonesia menjajaki beraneka ragam tema, dari sejarah seni dan peran seniman, pencitraan kolonial, seksualitas dan tubuh, sampai ruang individu di dalam kerumunan. Keempat seniman yang ditampilkan di sini menyikapi lukisan dari berbagai posisi: realisme sosial, tradisi lukisan Bali, dan kanon seni Eropa. Tiap-tiap karya mengungkapkan pendekatan eksploratif yang unik, menggali sejarah seni Indonesia sekaligus menjejak akar lokal masing-masing.

Tokoh kartun dan warna pop yang digunakan dalam representasi grafis karya I Gak Ayu Kadek Murniasih (Murni) mengeksplorasi tema sensualitas, kekerasan, penindasan gender, dan norma sosial dan seksual. Dihadirkan dengan humor, berani, dan nyinyir, pokok bahasan Murni yang seringkali eksplisit dan palet warnanya yang tidak biasa berhasil melampaui gaya lukisan tradisional Bali ala Pengoseken yang ia pelajari dari I Dewa Putu Mokoh.

Karya Agus Suwage, salah satu seniman terkemuka dalam generasinya, meliputi lukisan, sketsa, kolase, patung, dan instalasi. Ia terkenal sebagai ahli cat air dan, sejak pertengahan 1990-an, karena kegemarannya memasukkan potret diri dalam karyanya. Ketika dikombinasikan dengan gambar ikonik dari sejarah seni Indonesia dan Barat dan media massa kontemporer, dengan found objects, dan dengan foto-foto, pastiche yang dihasilkan menyediakan leksikon bagi sebuah kritik sosial dan kritik diri sendiri yang mengungkapkan rasa penasaran, sinisme, dan selera humor si artis.

Zico Albaiquni mengaku terobsesi seumur hidup dengan lukisan. Dia menggunakan media pilihannya ini untuk mempromosikan wacana tentang isu-isu sosial dan peran seniman, serta untuk mempertanyakan ide-ide seputar representasi Indonesia. Lukisan kaleidoskopik teatrikal Zico menggabungkan motif historis dan kontemporer dengan gambar-gambar yang diambil dari arsip serta pengalaman pribadi dan lingkungan sekitarnya.